Twitter kasih peringatan konten hoax konflik Rusia-Ukraina

Twitter dikabarkan kelak berikan label peringatan bagi beragam konten sesat selama krisis internasional. Ini pula terkait dengan konflik yang terjadi antara Rusia juga Ukraina.

Twitter balik mengambil peran dalam isu yang terjadi di kancah internasional dikala ini. Hal ini diketahui dari adanya kebijakan baru yang mereka keluarkan, yaitu mengenai pemberian label peringatan bagi konten sesat yang ada dalam platformnya. 

Kebijakan ini dilaksanakan dengan mengambil lebih banyak langkah bagi memperlambat informasi sesat yang berada di Twitter selama masa krisis. Selain itu, pihaknya pula kelak memperkuat informasi yang kredibel juga menghindari meningkatnya konten sesat yang bisa menyebabkan kerusakan berubah jadi lebih parah.

Bersama dengan beberapa sumber kredibel juga tersedia bagi biasa seperti kelompok kemanusiaan, penyelidik sumber terbuka, jurnalis juga organisasi pemantau konflik, pihak perusahaan kelak memeriksa informasi yang beredar di platform mereka. Ini pula termasuk mengenai pembatasan penyebaran klaim yang dibantah oleh beragam sumber kredibel hal yang demikian. 

Label peringatan yang dihadirkan ini kelak mengingatkan pemilik akun yang menyebarkan konten sesat bahwa mereka telah melanggar aturan Twitter. Meski cuitan masih bisa dilihat juga dikomentari oleh pengguna lain, fitur retweet bagi konten ini kelak dinonaktifkan. 

Pihak Twitter sebut kelak tetap menghadirkan tweet dengan konten sesat ini dalam platform miliknya. Tujuannya, akuntabilitas dari sumber hal yang demikian patut tetap bisa diakses bagi mempermudah pengungkapan adanya misinformasi krisis. 

Selain itu, dikala ini pihak perusahaan masih kelak memprioritaskan tweet hoax yang berasal dari akun profil tinggi. Termasuk seperti yang dikelola oleh pihak pemerintah ataupun organisasi di bawah naungan pemerintahan. Ini dimaksudkan supaya penyebaran mengenai misinformasi krisis bisa segera dibatasi. 

“Kita telah memperluas beragam tindakan yang bisa kita ambil bagi memastikan tindakan hal yang demikian proporsional dengan tingkat keparahan potensi bahaya,” tulis kepala keamanan juga integritas Twitter, Yoel Roth dalam sebuah postingan, sebagaimana dilansir dari Engadget (20/5). 

malah, berkaitan dengan perang yang terjadi antara Ukraina juga Rusia, pihak perusahaan pula telah menambahkan label peringatan ‘cuitan sesat tingkat tinggi’ kepada akun pemiliknya. Tentunya ini karena pemberitahuan hal yang demikian enggak cocok dengan yang terjadi di lapangan serta bisa memberikan tuduhan yang menyesatkan perihal melanggar hukum perang juga kekejaman massal.

Sayangnya, kebijakan hal yang demikian dikala ini hanya berlaku bagi tweet terkait dengan konflik bersenjata internasional. Meski demikian, enggak menutup kemungkinan kebijakan ini kelak melebar pada isu-isu besar lainnya di dunia internasional. 

“Menonaktifkan keterlibatan dengan tweet yaitu cara akurat goal bagi mengurangi bahaya, sambil tetap mempertahankan ucapan juga catatan peristiwa world yang penting,” pungkas Roth. 

Yuk Be part of di Liga Judi bagi bermain taruhan online dengan pelayanan eksklusif hanya buat kau! Hanya di liga judi yang merupakan bursa taruhan bola sah juga terpopuler di bekasi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.