TikTok klaim diri sebagai platform hiburan

Sementara Meta dikabarkan sedang merombak tampilan kedua platform miliknya secara besar-besaran, TikTok justru mengucapkan asalkan platform miliknya berbeda dengan Fb juga Instagram.

Beberapa tahun terakhir, TikTok berubah jadi salah satu platform media sosial yang populer di dunia. Dengan format video pendek yang dihadirkan, platform ini sanggup menarik perhatian dari bermacam-macam kalangan pengguna. 

Enggak heran, asalkan kesuksesan TikTok ini kemudian membikin bermacam-macam jejaring sosial turut menambahkan video pendek ke dalam platform mereka. Misalnya saja seperti dua platform media sosial milik Meta yaitu Fb juga Instagram. 

Seperti diketahui, Instagram baru saja meluncurkan fitur terbaru yang semakin mirip dengan tampilan TikTok pada platform mereka. Sementara Fb, kini dilaporkan tengah berencana merombak tampilannya secara besar-besaran buat bisa berlomba dengan platform asal Tiongkok ini. 

Namun, tampaknya TikTok gak ingin disamakan dengan kedua platform media sosial milik Meta hal yang demikian. Aplikasi milik ByteDance ini mengatakan gak mempunyai rencana buat berubah jadi semakin mirip dengan platform berlogo biru hal yang demikian. 

President of International Enterprise Options TikTok, Blake Chandlee, memperjelas perbedaan antara kedua perusahaan dalam sebuah wawancara yang dilaksanakan CNBC, dilansir dari The Verge (19/6). Menurutnya, TikTok bukanlah sebuah platform sosial seperti Fb juga Instagram, melainkan sebuah platform hiburan. 

“Kita merupakan platform hiburan, perbedaannya signifikan. Ini merupakan perbedaan yang besar,” ujar Chandlee. dia pula menambahkan, Fb membangun layanan dengan mengandalkan grafik sosial dari penggunanya. Sehingga memungkinkan para pengguna mereka buat mencari rujukan supaya terhubung juga berbagi standing dengan teman mereka.

“Mereka telah membangun seluruh algoritma mereka berdasarkan grafik sosial. Itu merupakan kompetensi inti mereka. Milik kita gak,” ungkap Chandee.

Hal ini berbeda dengan platform TikTok. berdasarkan Chandlee, platform yang berisi video pendek ini mempunyai spesialisasi buat menghadirkan popularitas-popularitas budaya baru. Sehingga bisa menghadirkan pengalaman unik buat dirasakan oleh pengguna. 

Lebih lanjut, Chandlee pula mengatakan, Fb gak bakal sukses asalkan meninggalkan spesialisasi sosialnya juga berpindah haluan mengikuti TikTok sebagai platform hiburan. 

“Kita menghadirkan popularitas budaya terkini juga pengalaman unik yang dimiliki orang-orang di TikTok. Mereka gak bakal memilikinya di Fb, selain asalkan Fb sepenuhnya meninggalkan nilai-nilai sosialnya, yang berdasarkan kawula gak bakal sukses,” pungkas Chandlee.

Yuk Be part of di Liga Judi buat bermain taruhan bola dengan pelayanan eksklusif hanya buat kau! Hanya di liga judi yang merupakan bursa taruhan bola sah juga terpopuler di ngamprah

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.