Tesla gugat eks insinyurnya

eks insinyur yang bekerja di Tesla, Alexander Yatskov, telah digugat perusahaan karena diduga telah mencuri knowledge rahasia perusahaan.

Tesla menggugat eks insinyur Alexander Yatskov karena diduga mencuri informasi rahasia juga dijaga ketat terkait dengan teknologi superkomputer perusahaan, yang disebut Mission Dojo. Dalam salinan pengaduan, Tesla menuduh Yatskov men-download informasi ke perangkat pribadinya juga menolak buat mengembalikannya.

Yatskov, yang Tesla klaim berbohong di resume-nya seputar riwayat pekerjaan juga keahliannya, mulai bekerja buat pabrikan kendaraan listrik hal yang demikian sebagai insinyur termal pada Januari juga menolong dalam desain sistem pendingin Dojo.

Dilansir dari The Verge (8/5), Dojo merupakan komputer neural web coaching milik Tesla yang memproses sejumlah besar knowledge yang digunakan buat melatih perangkat lunak AI di kendaraan beroda empat otonom Tesla. berdasarkan pengaduan, Yatskov mempunyai jalan masuk ke informasi pendinginan Dojo, serta informasi rahasia lainnya yang terkait dengan proyek hal yang demikian.

Tesla mengatakan seluruh insinyur menandatangani perjanjian kerahasiaan yang bisa mencegah mereka mengungkapkan atau menaruh informasi rahasia seputar Dojo, yang berdasarkan Tesla telah dilanggar Yatskov dengan prasangka “menghapus informasi rahasia Tesla dari perangkat juga akun kerja, mengakses di perangkat pribadinya, juga membikin dokumen Tesla yang berisi element rahasia Mission Dojo di komputer pribadi.” Perusahaan itu pun mengatakan menemukan Yatskov mengirim surat elektronik dengan informasi rahasia Tesla dari domisili surat elektronik pribadinya ke surat elektronik kantornya.

Seperti yang tercantum dalam pengaduan, Tesla mengklaim Yatskov mengaku menaruh informasi rahasia di perangkat pribadinya ketika perusahaan mengonfrontasinya seputar situasi hal yang demikian. Tesla kemudian menempatkan Yatskov pada cuti administratif mulai 6 April 2022, juga memintanya buat membawa perangkatnya sehingga Tesla bisa memulihkan informasi yang dicuri. Yatskov menanggapi permintaan hal yang demikian dengan memberikan Tesla pocket book “dummy” dalam upaya buat menyembunyikan bukti apa pun yang memberatkannya.

Yatskov mengundurkan diri dari posisinya pada 2 Mei. Tesla menuntut Yatskov atas ganti rugi, juga pun mencari perintah pengadilan yang kelak memaksa Yatskov mengembalikan informasi rahasia.

Yuk Be part of di Liga Judi buat bermain taruhan bola dengan pelayanan eksklusif hanya buat kau! Hanya di liga judi yang merupakan situs judi bola authorized juga terpopuler di ngasem

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.