Spotify akan masukkan ‘audiobook’ ke layanannya

Spotify berencana menghadirkan buku versi audio ke dalam layanan miliknya. Sehingga menambah macam konten selain podcast juga musik.

Spotify dilaporkan tengah berencana menambahkan buku versi audio atau yang lebih dikenal audiobook ke dalam saluran miliknya. Perusahaan ini tampaknya kelak menjadikan audibook sebagai pilar bisnis mereka yang selanjutnya. 

“Kita percaya bahwa buku audio, dalam pelbagai bentuknya, kelak berubah jadi peluang besar,” ujar CEO Spotify, Daniel Ek, dilansir dari The Verge (10/6). 

Sebagai langkah permulaan buat memasuki bisnis audiobook hal yang demikian, Spotify menjalankan akuisisi pada sebuah platform buku audio komputerisasi Findaway. Akuisisi ini diumumkan pihak Spotify pada tahun lalu juga kini masih dalam tinjauan divisi antimonopoli departemen kehakiman Amerika Serikat. 

Sebagai informasi, Findaway mempunyai cara kerja yang mirip dengan aplikasi Anchor. Platform hal yang demikian memungkinkan penulis buku buat membikin, mendistribusikan, juga memonetisasi karya mereka. Juga melewati akuisisi hal yang demikian, Spotify mengambil langkah inti buat masuk dalam bagian penting ekosistem buku audio. 

Meski belum terang bagaimana mannequin audiobook di Spotify ini kelak bekerja, tampaknya kelak terdapat beberapa buku yang bisa diakses secara gak dipungut upah. 

Lebih lanjut, Daniel Ek mengucapkan mannequin freemium atau konten premium kelak diterapkan buat buku audio di Spotify. Pihaknya sedang mempertimbangkan buat menghadirkan monetisasi dari iklan ke dalam konten audiobook

Tentu konsep hal yang demikian kelak mengubah industri bisnis buku versi audio yang selama ini ada. karena umumnya konten buat buku audio tidaklah murah juga terdapat biaya langganan yang didasarkan pada harga buku versi asli.   

sejajar dengan hal hal yang demikian, temuan dari Asosiasi Penerbit Audio (APA) mengungkap bertambahnya jumlah pendengar di seluruh dunia berkat adanya audiobook. Temuan ini pun mengucapkan bahwa pasar buku audio tumbuh sedikit lebih besar daripada pasar podcast pada tahun 2021 lalu. 

Walaupun pihak APA mendorong perluasan pasar pada buku audio, kelak tetapi konsep yang ditawarkan oleh Spotify berdasarkan mereka sangatlah riskan. Pasalnya, ada potensi kerugian bagi penerbit juga penulis akibat konsep gak dipungut upah namun diselingi iklan yang diusung Spotify. 
  
“hamba pikir harapannya kelak meningkatkan pendapatan sehingga seluruh orang mendapat lebih banyak. Tetapi yang dikhawatirkan ialah pendapatan yang jauh lebih sedikit per unit sehingga kelak menekan pendapatan,” pungkas direktur APA, Michele Cobb.

Yuk Be part of di Liga Judi buat bermain taruhan bola dengan pelayanan eksklusif hanya buat kau! Hanya di liga judi yang merupakan bursa taruhan bola authorized juga terpopuler di rejang

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.