Rusia mengancam keluar dari ISS jikalau hukuman gak kunjung dicabut

Roscosmos bakal segera menentukan tanggal bagi menghentikan keterlibatan Rusia dengan Stasiun Internasional Luar Angkasa (ISS), yang kemudian bakal dilaporkan kepada pejabat pemerintah Rusia.

Rusia mengatakan bakal mengakhiri kerja sama dengan negara lain di Stasiun Internasional Luar Angkasa (ISS) hingga hukuman yang dijatuhkan pada negara itu dicabut. Dmitry Rogozin, kepala badan antariksa Rusia Roscosmos mengumumkan dalam sebuah thread di Twitter, “pemulihan hubungan regular antara mitra” di ISS juga proyek-proyek lainnya hanya memungkinkan dikerjakan setelah “pencabutan hukuman ilegal secara komplit juga tanpa persyaratan.”

Dalam versi terjemahan dari tweet Rogozin yang dikutip dari The Verge (5/4), dia mengajukan banding atas hukuman hal yang demikian melalui surat kepada NASA, European House Company (ESA), juga jua Canadian House Company (CSA). Rogozin jua memposting gambar yang tampaknya merupakan tanggapan dari masing-masing negara.

CSA mengonfirmasi keaslian surat itu, namun ESA belum. Di sisi lain, NASA gak secara segera mengonfirmasi keaslian surat itu, tetapi mengakui komentar Rogozin. NASA menyatakan ISS masih beroperasi dengan masukan Roscosmos.

“NASA mengatahui komentar terbaru mengenai ISS. hukuman AS juga langkah-langkah kontrol ekspor terus memungkinkan kerja sama sipil ruang angkasa AS-Rusia di stasiun luar angkasa,” kata Administrator NASA Invoice Nelson. “Hubungan skilled antara mitra interasional, astronot, juga kosmonot kita berlanjut bagi keselamatan juga misi seluruh orang di ISS.”

CSA jua mempunyai tanggapan yang sama kepada permintaan Rogozin, menyatakan bahwa Kanada bakal terus mensupport program ISS juga berdedikasi supaya operasinya berjalan aman juga sukses. Sementara itu, kepala ESA Josef Aschbacher mengatakan bakal menyampaikan permintaan Rogozin kepada negara-negara member agensi bagi penilaian.

“Posisi mitra kita terang: hukuman gak bakal dicabut,” kata Rogozin. “Tujuan hukuman merupakan bagi membunuh ekonomi Rusia, menjerumuskan rakyat kita ke dalam keputusasaan juga kelaparan, juga membikin negara kita bertekuk lutut.” 

Rogozin menambahkan Roscosmos bakal segera menentukan tanggal bagi menghentikan keterlibatan Rusia dengan ISS, yang kemudian bakal dilaporkan kepada pejabat pemerintah Rusia.

Rogozin bereaksi keras kepada hukuman yang dijatuhkan oleh Presiden Joe Biden pada Februari. Rogozin dalam sindirannya mengatakan stasiun ruang angkasa bisa jatuh ke Bumi tanpa keterlibatan Rusia. karena, NASA bergantung pada Rusia bagi mempertahankan posisi juga orientasi ISS di luar angkasa, sebagaimana dilaporkan The Verge.

Roscosmos mempunyai perjanjian dengan NASA bagi bekerja sama di ISS hingga 2024. Tahun lalu, pemerintahan Biden mengumumkan rencana bagi memperpanjang program ISS hingga 2030, yang belum ditandatangani Rusia. NASA mengatakan bakal memperluas kerja sama dengan Rusia, tetapi alasan Rogozin membikin ini tampak gak mungkin terjadi. 

permulaan pekan ini, astronot NASA Mark Vande Hei dengan selamat balik ke Bumi menggunakan roket Soyuz Rusia dengan dua kosmonot. Sebelum kedatangannya, ada kekhawatiran seputar kepulangannya di tengah perang Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina, tetapi Roscosmos menyatakan bahwa itu gak bakal membikin Vande Hei terdampar di ISS.

Yuk Be a part of di Liga Judi bagi bermain taruhan online dengan pelayanan eksklusif hanya buat kau! Hanya di liga judi yang merupakan bursa taruhan bola authorized juga terpopuler di sei

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.