Overview Sharp Wi-fi Bone Conduction HP-BC50

Konsep ear free Sharp Wi-fi Bone Conduction HP-BC50 ramah buat kuping, namun privasi selama panggilan audio perlu dipertimbangkan lagi.

Kenyamanan yakni hal penting yang wajib diberi headphone kepada penggunanya. Apalagi setelah period pandemi ini, orang-orang semakin sering menggunakan headphone dalam rentang waktu panjang buat keperluan assembly on-line dari rumah atau cellular gaming bersama rekan-rekan.

Sharp Indonesia pada Februari lalu meluncurkan headphone wi-fi HP-BC50 mannequin Bone Conduction. Headphone ini dihadirkan buat mengurangi permasalahan yang sering timbul dalam mengenakan headphone, yakni enggak nyaman dipakai buat waktu yang lama. Tek.id berkesempatan menjajal produk baru ini, serta berikut yakni pengalaman kawula selama menggunakannya.

Desain 

Sharp Wi-fi Bone Conduction HP-BC50 didesain sungguh-sungguh sederhana, namun dinamis. Desain ear free yang diusung enggak menutupi kuping ketika dipakai serta mempunyai penyangga yang mengelilingi belakang daun kuping supaya headphone enggak lepas ketika digunakan. 

Selain itu di bagian brand Sharp, terdapat port buat mengisi daya menggunakan magnet. Di sisi lain, bidang berfungsi sebagai tempat built-in reminiscence 2GB. Meskipun bentuknya paling menonjol di antara faktor lain yang ada pada headphone ini – seperti Bone Conduction pada umumnya – namun enggak mengganggu ketika pemakaian.

Bagian belakang headphone menggunakan materials yang lentur serta fleksibel. Oleh karena itu, kawula merasa aman menggunakan headphone ini sambil tiduran karena enggak takut patah. Kelenturan ini pun menjadikan headphone lebih leluasa dipakai oleh wujud kepala yang beragam. 

Kelenturan Sharp Wireless Bone Conduction HP-BC50

Perusahaan mengklaim headphone dirancang buat pengguna yang aktif beraktivitas serta berolahraga. Setelah dicoba, Sharp Wi-fi Bone Conduction HP-BC50 memang enggak gampang lepas ketika digunakan. Gerakan lompat, lari, angguk-angguk serta geleng-geleng kepala enggak membikin headphone ini lepas. Kemungkinan karena wujud yang diusung menempel dengan bagus di luar kuping, enggak seperti earbuds yang berbentuk seperti kacang polong, sehingga gampang tergelincir apabila banyak bergerak. 

Faktor lainnya yakni headphone dipoles dengan ending matte. Ini enggak kelak membikin perangkat licin apabila terkena peluh. Warna hitamnya pun menambah keindahan headphone serta enggak gampang kumal.

Namun, pengguna jilbab mungkin mempunyai dilema ketika menggunakan Sharp Wi-fi Bone Conduction HP-BC50. karena kalau digunakan di luar jilbab, headphone enggak bisa menempel dengan bagus karena enggak menjangkau belakang daun kuping. Sementara kalau digunakan di dalam, wujud jilbab kelak sedikit terganggu di bagian belakang. 

Tombol kanan dan kiri di Sharp Wireless Bone Conduction HP-BC50

enggak ketinggalan, perusahaan menyematkan dua tombol di kiri serta kanan headphone. Tombol kanan berfungsi buat menyalakan/mematikan, memutar/menghentikan lagu, pindah ke lagu selanjutnya, serta menaikkan quantity. padahal tombol kiri berfungsi buat berpindah ke lagu sebelumnya,  menurunkan quantity, voice assistant, serta menjawab/menolak panggilan telepon. 

Pengoperasian serta performa

Cara mengoperasikan Sharp Wi-fi Bone Conduction HP-BC50 cukup gampang hanya dengan menekan tombol kanan selama 3 detik buat menyalakan headphone. Lampu indikator berwarna biru kelak menyala selama 1 detik serta bunyi immediate kelak memberitahu pengguna bahwa perangkat telah aktif.

Buka pengaturan Bluetooth di smartphone serta pasangkan dengan headphone dengan nama “HP-BC50 Sharp.” Setelah proses pemasangan selesai, headphone serta smartphone telah terhubung. enggak banyak opsi yang ditawarkan di pengaturan Bluetooth smartphone ketika headphone terhubung. Hanya ada dua pilihan, yakni buat panggilan serta audio.

Sharp Wi-fi Bone Conduction HP-BC50 dibekali memori inner 2GB. kawula memasukkan 120 lagu ke dalam headphone ini serta masih tersisa sekitar seperempat ruang. Cara menambahkan lagu ke dalam memori sama seperti memasukkan information dari pocket book atau komputer ke smartphone, menggunakan kabel USB yang tersedia dalam kotak. tetapi tampaknya headphone seharusnya dalam keadaan Bluetooth yang terhubung selama proses switch. karena berdasarkan pengalaman kawula ketika sedang mentransfer lagu dari pocket book, prosesnya terhenti setelah kawula memutuskan hubungan Bluetooth headphone dengan smartphone.

Kabel USB untuk transfer data dan isi daya

Perlu diketahui, ketika dihidupkan headphone secara default berada di mode Bluetooth. Buat itu, kawula seharusnya beralih ke mode memori inner buat bisa mendengarkan lagu yang telah dimasukkan, dengan menekan tombol kanan 3x hingga terdengar bunyi beep 3x. padahal buat balik ke mode Bluetooth, klik tombol yang sama 3x hingga terdengar bunyi beep 2x.

berdasarkan kawula, hadirnya memori inner pada Sharp Wi-fi Bone Conduction HP-BC50 sungguh-sungguh berguna sebagai opsi mendengarkan lagu. Ketika sedang di jalan serta baterai smartphone menipis, pengguna masih bisa merasakan lagu yang ada di dalam memori inner sebesar 2GB ini sambil menghemat daya smartphone.

Terkait kualitas suaranya, kawula menguji dengan lagu yang sering kawula putar di perangkat audio lain, yakni Venom dari grup Stray Children. Musik awalnya terdengar enak, namun ketika hingga di bagian bass yang ikonik dalam lagu ini, terasa kurang nendang. bunyi treble terdengar lebih mendominasi daripada bass, tetapi enggak ada masalah dengan bunyi vocal-nya.

enggak meredam berisik…

Yuk Be a part of di Liga Judi buat bermain taruhan bola dengan pelayanan eksklusif hanya buat kau! Hanya di liga judi yang merupakan agen bola terbaik authorized serta terpopuler di kanigoro

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.