OVO wakili Indonesia di evaluasi anti-pencucian uang

OVO terpilih buat turut serta mensupport upaya Indonesia berubah jadi member penuh Monetary Motion Activity Pressure (badan anti-pencucian uang).

Salah satu fintech Indonesia yang berfokus pada platform pembayaran komputerisasi serta layanan finansial, OVO, terpilih buat turut serta mensupport upaya Indonesia buat berubah jadi member penuh Monetary Motion Activity Pressure (FATF). Ini merupakan sebuah badan anti-pencucian uang serta pencegahan pendanaan terorisme internasional.

“Suatu kehormatan besar bagi OVO terpilih mengikuti proses penilaian yang dijalankan oleh kumpulan pemain asesor FATF. OVO senantiasa mensupport upaya pemerintah melalui kepatuhan serta penerapan aturan APU-PPT dari Financial institution Indonesia serta PPATK. Selain itu, ini merupakan peluang buat berkontribusi lebih buat kemajuan industri serta negara, malah di ranah international,” kata Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra.

Indonesia merupakan satu-satunya negara G20 yang belum berubah jadi member penuh FATF. Upaya Indonesia buat berubah jadi member penuh FATF telah berjalan semenjak permulaan tahun 2018 atau pasca Indonesia telah dijalankan penilaian kepatuhan atas FATF Advice oleh Asia/Pacific Group on Cash Laundering (APG), dimana Indonesia sah berstatus “Observer” semenjak Juni 2018. Upaya Indonesia ini diiringi dengan peningkatan regulasi serta implementasi program anti-pencucian uang (APU) serta pencegahan pendanaan terorisme (PPT).

Grup Asesor Mutual Analysis Evaluation (MER) FATF yang terdiri dari perwakilan 9 negara, bakal mengunjungi Indonesia mulai tanggal 18 Juli 2022 hingga 4 Agustus 2022 buat mengevaluasi tingkat kepatuhan Indonesia dalam penerapan program APU-PPT cocok dengan rekomendasi FATF.

OVO bersama dengan regulator serta perwakilan lembaga penyedia jasa keuangan industri lainnya terlibat dalam proses evaluasi ini, yang nantinya bakal menentukan keanggotaan penuh Indonesia di FATF.

“Keanggotaan penuh di FATF yaitu pembuktian stabilitas serta integritas sistem keuangan Indonesia, sehingga bisa membawa sejumlah manfaat termasuk meningkatkan investasi serta pertumbuhan ekonomi. Kepesertaan OVO sebagai salah satu platform pembayaran komputerisasi nasional yang telah tetap melaksanakan program program APU serta PPT dalam beberapa tahun terakhir, diharapkan bisa meloloskan Indonesia buat berubah jadi member penuh FATF, sebagai impian negara yang telah dicanangkan semenjak 2018,” kata Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana.

Dalam penilaian PPATK, peranan platform pembayaran komputerisasi seperti OVO semakin penting dalam menegakkan prinsip-prinsip APU-PPT di period komputerisasi, di mana dikala ini masyarakat bisa menjalankan transaksi dari mana saja serta kapan saja. Oleh karena itu, identifikasi serta verifikasi pengguna jasa mempunyai peranan yang benar-benar penting secara khusus pada perusahaan fintech di mana enggak terjadi tatap muka dengan masyarakat.

Buat itu, OVO terus menggunakan serta memanfaatkan penemuan serta teknologi baru guna menjaga prinsip-prinsip APU-PPT cocok referensi regulator, dengan mengacu kepada prinsip-prinsip perlindungan information pribadi dalam sejumlah regulasi perundang-undangan serta regulasi yang berlaku, serta beradaptasi dengan praktik-praktik terbaik yang dijalankan dalam industri fintech.

Yuk Be part of di Liga Judi buat bermain taruhan bola dengan pelayanan eksklusif hanya buat kau! Hanya di liga judi yang merupakan agen bola terbaik sah serta terpopuler di caruban

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.