Netflix targetkan Asia buat tingkatkan pertumbuhannya

Terlepas dari krisis pelanggan di beberapa besar negara, Netflix sebut Asia merupakan wilayah dengan potensi pertumbuhan yang bagus.

Asia berubah jadi goal utama Netflix ketika ini setelah mengalami krisis pelanggan selama kuartal pertama 2022. Terlepas dari wilayah lain yang mengalami penurunan pelanggan, Asia disebut sebagai salah satu wilayah yang masih mendapatkan peningkatan pelanggan.

Meskipun ada rencana buat membatasi pengeluaran secara keseluruhan, namun investasi di Asia bakal terus dijalankan, termasuk pembiayaan buat produksi movie juga serial lokal. 

Di samping itu, Netflix jua bakal melaksanakan lebih banyak kemitraan di Asia buat menjangkau lebih banyak pelanggan. Tony Zameczkowski, wakil presiden pengembangan bisnis buat Asia Pasifik mengatakan bakal menggandeng operator nirkabel juga perusahaan pembayaran komputerisasi karena penggunaan kartu kredit dianggap kurang awam di wilayah Asia, dikutip dari Bloomberg (28/6). 

“Asia yaitu proxy yang bagus buat pasar lain di dunia,” kata Zameczkowski. “Ada kesamaan antara negara berkembang Asia juga pasar negara berkembang lainnya seperti Afrika juga Amerika Latin. Pembelajaran di sini bisa dengan gampang direplikasi atau dimanfaatkan oleh wilayah hal yang demikian.”

Sebagai informasi, wilayah Asia Pasifik menyumbang 15% dari 221,6 juta pelanggan world Netflix juga diperkirakan bakal berubah jadi pendorong terbesar ekspansi lebih lanjut. berdasarkan para analis, rebound di paruh kedua bakal menambah sekitar 6,8 juta pelanggan sepanjang tahun, dengan 79% diantaranya berasal dari Asia Pasifik.

Tantangan Netflix di Asia Pasifik

Kendati demikian, audiens, preferensi, juga lingkungan yang sungguh-sungguh berbeda di wilayah Asia Pasifik berubah jadi tantangan bagi Netflix. Misalnya di India, serial “A Appropriate Boy” memicu kontroversi di negara hal yang demikian karena adegan protagonis wanita Hindu yang mencium seorang laki-laki Muslim.

Selain itu, Netflix jua menghadapi persaingan ketat dari raksasa streaming seperti Amazon Prime, Disney+, serta perusahaan lokal yang telah membikin kemajuan di pasar Asia. 

Di Asia Tenggara, Viu, milik miliarder Richard Li, menyalip Netflix sebagai streamer terbesar kedua di wilayah itu tahun lalu. Ini disebabkan galeri konten Korea Selatan yang lebih banyak di platform hal yang demikian juga tingkat berlangganan hanya-hanya.

Yuk Be a part of di Liga Judi buat bermain taruhan bola dengan pelayanan eksklusif hanya buat kau! Hanya di liga judi yang merupakan bursa taruhan bola authorized juga terpopuler di banda

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.