Netflix digugat para investor karena Sangkaan penipuan

berdasarkan gugatan, para eksekutif di Netflix menggunakan “perangkat, skema, serta kecerdasan” bagi menipu investor, sementara mereka secara sadar menaruh “informasi non-publik yang merugikan.”

Cobaan bagi raksasa streaming Netflix datang bertubi-tubi. Setelah dilaporkan mengalami penurunan jumlah pelanggan yang cukup signifikan bagi pertama kalinya, kini perusahaan digugat oleh pemegang saham karena dituduh menyesatkan investor terkait penurunan pertumbuhan pelanggan.

Dalam laporan pendapatan Q1 2022, Netflix mendapati jumlah pelanggan anjlok bagi pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir. Platform streaming hal yang demikian dilaporkan kehilangan 200.000 pelanggan, turun dari sempurna 221,84 juta pelanggan jadi 221,64 juta. Selain itu, Netflix memproyeksikan kerugian besar di Q2, dengan prediksi penurunan 2 juta pelanggan lagi. 

Buntut dari masalah hal yang demikian, Netflix kehilangan 35% dari nilai sahamnya, yang merugikan perusahaan serta investor dalam jumlah besar. Selain itu, Selection (5/5) melaporkan, belum lama ini perusahaan digugat karena diduga menyesatkan investor perihal penurunan pertumbuhan pelanggan selama enam bulan terakhir, yang mengakibatkan penurunan harga saham secara besar-besaran.

Gugatan yang diajukan di San Francisco merinci bahwa Netflix melanggar undang-undang sekuritas dengan merancang “statement yang salah secara materials serta/atau menyesatkan,” serta Netflix “gagal mengungkapkan fakta materials yang merugikan perihal bisnis, operasi, serta prospek perusahaan”. Gugatan hal yang demikian enggak merinci jumlah ganti rugi yang pasti, namun diajukan atas nama pemegang saham yang mempunyai saham Netflix antara 19 Oktober 2021 serta 19 April 2022.

berdasarkan gugatan, para eksekutif di Netflix telah menggunakan “perangkat, skema, serta kecerdasan” bagi menipu investor, sementara mereka secara sadar menaruh “informasi non-publik yang merugikan.” Gugatan itu berlanjut dengan menuduh eksekutif yang sama ini membikin statement yang enggak benar serta menghilangkan fakta perihal prospek masa depan perusahaan. 

Selama rentang waktu yang disebutkan dalam gugatan, harga saham Netflix anjlok 67%, yang dimulai dari USD691,69 per saham pada 17 November 2021 serta turun ke stage terendah USD226,19 per saham pada 20 April. Adapun Fiyyaz Pirani dari Imperium Irrevocable Belief serta salah satu pemegang saham Netflix yakni penggugat utama dalam gugatan hal yang demikian.

Sebagai informasi, penurunan pelanggan Netflix dikala ini amat kontras dengan keadaan perusahaan satu tahun yang lalu. Perusahaan dilaporkan menambah sekitar 4 juta pelanggan baru pada kuartal pertama 2021. Sebelum itu, Netflix jua merasakan masa emasnya dengan pertumbuhan berkelanjutan selama bertahun-tahun, menambah lebih banyak pelanggan tiap-tiap tahun.

Yuk Be part of di Liga Judi bagi bermain taruhan online dengan pelayanan eksklusif hanya buat kau! Hanya di liga judi yang merupakan agen bola terbaik sah serta terpopuler di pacitan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.