Indonesia siapkan pita frekuensi 700MHz bagi jaringan 5G

Direktur Penataan Sumber Daya Kominfo, Dr. Denny Setiawan, ST, MT mengumumkan bahwa Indonesia pada awalnya bakal gunakan pita frekuensi 700MHz bagi jaringan 5G.

Indonesia dikala ini masih terus menentukan penentuan penggunaan pita frekuensi bagi jaringan 5G. Beberapa rentang pita frekuensi pun telah dipersiapkan, namun Baru-baru ini semakin terang pita jaringan mana yang bakal secara sah digunakan oleh pemerintah.

Dalam siaran pers yang diterima oleh redaksi Tek.id (10/6), Direktur Penataan Sumber Daya Kominfo, Dr. Denny Setiawan, ST, MT mengumumkan satu pita frekuensi yang bakal digunakan. Tampaknya, kita bakal menggunakan pita frekuensi rendah 700MHz bagi jaringan 5G.

Hal ini diungkapkan Denny pada acara The eighth Asia Pacific Spectrum Administration Convention yang baru-baru ini digelar di Bangkok, Thailand. Tentu saja, ini merupakan sebuah lampu hijau bagi operator seluler bagi menggelar jaringan 5G di lokasi yang lebih luas.

Kelak tetapi, Denny pun mengatakan bahwa dikala ini pemerintah tengah melaksanakan proses refarming serta reassignment bagi 5G pada pita frekuensi sedang 3,5GHz. Bagi pita frekuensi ini direncanakan bagi meluncur pada 2023 mendatang.

Gak ketinggalan, ada pun wacana bagi penggunaan pita frekuensi yang lebih tinggi, yakni 6GHz serta 4,9GHz bagi IMT 5G. tetapi, bagi pita frekuensi ini baru bakal diputuskan setelah WRC-23.

berdasarkan GSMA, selama rentang waktu 2025-2030, negara-negara dunia bakal membutuhkan spektrum pita sedang 2GHz bagi memberikan kecepatan downlink 100 Mbps serta uplink 50 Mbps, terutamanya bagi pengguna IMT supaya bisa menyediakan layanan 5G.

Oleh karena itu enggak heran pita 6GHz berubah jadi kandidat utamanya. 3GPP RAN Plenary telah  meluncurkan hasil standardisasi pita 6GHz (6425-7125 MHz) atas sebagai pita frekuensi IMT yang baru, serta diharapkan pekerjaan ini selesai di tahun 2022. 

Selain itu, GSMA menghimbau regulator bagi mempertimbangkan setidaknya pita 6GHz atas bagi penggunaan IMT berlisensi, meski pita 6GHz bawah bisa digunakan sebagai foundation netral teknologi.

Kata vendor dalam menyambut 5G

Di Indonesia, dikala ini telah mulai banyak bermunculan perangkat yang telah menggunakan jaringan 5G. Bukan hanya smartphone, namun beraneka perangkat lain seperti modem moveable serta malahan pocket book pun telah mulai menggunakan jaringan 5G.

Salah satu pihak yang berkomentar seputar kehadiran jaringan 5G di Indonesia yakni Huawei. Chief Expertise Officer Huawei Indonesia, Alex Xing mengatakan bahwa konektivitas komputerisasi inklusif amat penting dalam upaya mewujudkan lingkungan yang lebih bagus melalui kolaborasi teknologi inovatif. 

Sebagai persyaratan kunci konektivitas seluler, spektrum merupakan sumber daya yang betul-betul langka serta hebat penting. Spektrum IMT terharmonisasi international, antara lain 700MHz, 3,5GHz, serta 6GHz berlisensi, bakal berubah jadi penentu utama dalam perjalanan penemuan serta inklusi komputerisasi masa depan.

“dikala ini di Indonesia ada lebih dari 370 juta koneksi seluler, serta penetrasi smartphone pintar telah melampaui 90%. Meningkatnya konektivitas pita lebar seluler telah berdampak pada persyaratan yang berlaku atas spektrum,” papar Alex.

“Dengan support kebijakan spektrum yang kondusif di Indonesia, Huawei senantiasa mendorong operator melalui teknologi inovatif, termasuk huge MIMO, CloudAIR dynamic spectrum sharing, serta RuralStar. seluruh ini bakal mendorong potensi nilai yang bisa diciptakan oleh spektrum pada masyarakat serta ekonomi.”

Spektrum merupakan sumber daya mendasar dalam pengembangan industri korespondensi seluler, serta faktor inti bagi 5G serta 5G Superior. Bagi itu, perlu dikerjakan perencanaan yang harmonis serta terang dalam menyusun peta jalan serta standar spektrum.

Yuk Be part of di Liga Judi bagi bermain taruhan online dengan pelayanan eksklusif hanya buat kau! Hanya di liga judi yang merupakan situs judi bola sah serta terpopuler di arga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.