Gara-gara Rusia satelit Starlink telah berpindah ribuan kali

Pihak SpaceX mengungkap, diakibatkan rudal anti-satelit milik Rusia diluncurkan selama perang dengan Ukraina, satelit mereka telah dipindahkan sebanyak ribuan kali.

Pertikaian yang terjadi antara Rusia juga Ukraina hingga dikala ini masih terus berlangsung. Kerugian yang ditimbulkan malahan gak hanya berada di dalam atmosfer saja, namun telah mencapai luar angkasa.

Hal ini diungkapkan oleh SpaceX yang mengungkap dikarenakan peluncuran roket anti-satelit milik Rusia tahun lalu, mereka patut secara konstan merubah posisi satelit Starlink. malahan mereka mengakui telah menjalankan hal ini lebih dari seribu kali.

Laporan ini diajukan pada permulaan bulan ini juga menjelaskan langkah-langkah yang diambil Starlink buat memastikan bahwa satelitnya aman buat mengorbit Bumi segera setelah diluncurkan dengan roket Falcon 9. 

Pesawat ruang angkasa awalnya ditempatkan di orbit parkir, di mana sistem mereka diperiksa juga kemudian setelah percobaan selesai, mereka bisa meningkatkan orbitnya buat menyediakan jangkauan Dunia.

Satelit ini pertama kelak diparkir di ketinggian 350 km, juga kemudian ketinggiannya kelak ditingkatkan hingga 550km. 

berdasarkan pihak SpaceX, antara permulaan Desember 2021 juga akhir Mei 2022 perusahaan menjalankan 6.873 manuver buat memastikan bahwa gak ada satelitnya yang berisiko bertabrakan satu sama lain atau dengan pesawat ruang angkasa milik operator lain, seperti lapor Wccftech (17/7).

Ketinggian Ini pun disebut lebih tinggi daripada tindakan yang patut diambil seandainya Starlink memilih buat mematuhi standar industri. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa SpaceX menjalankan manuver ketika ada kemungkinan tabrakan 0,00001 meski industri mengikuti standar 0,0001.

Sebagai bagian dari daftar peristiwa yang mendorongnya buat mengambil tindakan mengelak, SpaceX menguraikan bahwa badai geomagnetik pada Februari 2022 juga uji coba rudal anti-satelit Rusia pada November 2021 mendorong perusahaan buat mengarahkan pesawat ruang angkasanya. 

Pihak SpaceX telah meluncurkan 49 satelit pada 3 Februari, juga laporan hal yang demikian menguraikan bahwa 38 diantaranya patut masuk balik ke atmosfer Bumi karena badai sang surya yang memperhatikan partikel sang surya bergerak dengan  kecepatan 662 km/s.

Gak ketinggalan, perusahaan itu pun menjelaskan bahwa badai hal yang demikian mengakibatkan satelitnya mengalami drag 50% lebih tinggi (gesekan antara pesawat ruang angkasa juga lingkungan sekitarnya) yang kemudian menyebabkan hanya 11 yang sanggup mencapai orientasi yang aman buat menahan peristiwa hal yang demikian. 

Buat menghindari kejadian seperti itu di masa depan, satelit Starlink telah mendapatkan pembaruan perangkat lunak penerbangan juga SpaceX berencana buat meningkatkan hubungan mereka dengan stasiun bumi buat kontrol yang lebih bagus.

SpaceX pun berbagi bahwa karena uji coba rudal anti satelit Federasi Rusia pada bulan November, perusahaan patut menjalankan manuver satelitnya lebih dari 1.700 kali buat menghindari awan puing. 

percobaan hal yang demikian memperhatikan rudal balistik anti-satelit A-235 Nudol Rusia menargetkan satelit (Kosmos 1408) di orbit Bumi rendah (LEO) pada ketinggian yang sedikit lebih rendah daripada satelit Starink. 

Ini menghasilkan setidaknya 1.500 keping puing berdasarkan perkiraan Departemen Luar Negeri, juga peristiwa nyaris celaka yang hampir terjadi (48 kaki) antara puing-puing juga satelit sains China pada Januari 2022.

Menyaksikan skala besar acara hal yang demikian, SpaceX melaporkan bahwa dia patut lebih banyak menggerakkan satelitnya karena uji A-235 daripada peristiwa lain dalam sejarah.

Akhirnya, SpaceX menyimpulkan laporan hal yang demikian dengan membagikan beberapa catatan kenapa dia gagal membuang satelitnya dengan benar. berdasarkan knowledge terbaru juga laporan lain yang dibagikan kepada FCC pada bulan April, sejauh ini enam satelit Starlink telah menghadapi masalah ini pada tahun 2022. 

Dari jumlah hal yang demikian, dua disebabkan oleh Diduga kegagalan komputer, dua karena aktuator-nya rusak, juga sisanya memperhatikan sistem tenaga juga kegagalan sistem kontrol sikap, masing-masing.

52 satelit operasional patut di deorbit selama rentang waktu waktu laporan terbaru juga dari jumlah hal yang demikian, hanya lima yang kehilangan kendali sepenuhnya, kata SpaceX.

Yuk Be a part of di Liga Judi buat bermain taruhan bola dengan pelayanan eksklusif hanya buat kau! Hanya di liga judi yang merupakan situs judi bola sah juga terpopuler di kerinci

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.