eks CEO Twitter Jack Dorsey hengkang dari kursi dewan

Jack Dorsey, pendiri sekaligus eks CEO Twitter mengundurkan diri dari kursi dewan setelah perjalanan panjang.

eks CEO juga pendiri Twitter, Jack Dorsey authorized mengundurkan diri dari kursi dewan. Langkah hal yang demikian telah di isyaratkan semenjak tahun lalu, juga akhirnya baru terlaksana di tengah-tengah pasang surut akuisisi oleh Elon Musk. Dorsey sebelumnya hengkang dari kursi CEO juga bertugas balik pada 2015-2021. 

Kepergian Dorsey dari jajaran dewan Twitter bukanlah perjalanan yang mulus. Dalam beberapa cuitannya di Twitter, Dorsey mengatakan dewan direksi Twitter “secara tetap jadi disfungsi perusahaan.” ketika ini, Dorsey memimpin Block – yang sebelumnya disebut Sq.. 

Elon Musk, pembeli potensial Twitter, jua gak menyukai member dewan. Musk mengumumkan mengurangi kompensasi member dewan jadi 0.

Di samping itu, Dorsey jua mendapatkan banyak kritik ketika menjabat sebagai pemimpin jejering sosial itu. Melansir SlashGear (26/5), Dorsey diklaim gak membikin banyak perubahan. Laki-laki itu seharusnya menghadapi tantangan dalam membagi perhatian antara Twitter juga Block. Meskipun sering mendapatkan kritik pedas terkait platform dari Musk, namun Dorsey mendukungnya sebagai “solusi tinggal” yang dia percayai buat menjalankan Twitter. 

Antara Dorsey, Musk, juga Twitter

Kekaguman juga kepercayaan Dorsey kepada Musk bukan rahasia lagi, ini malah memicu spekulasi bahwa Dorsey-lah yang mendorong Musk buat membeli perusahaan hal yang demikian. berdasarkan sebuah laporan dari Monetary Occasions, Dorsey berpendapat bahwa Twitter bakal lebih bagus sebagai perusahan privat. Segera setelah Dorsey menyatakan itu, Elon Musk mengumumkan rencananya buat menjadikan Twitter sebagai perusahaan privat.

Dorsey dikabarkan bergumul dengan Elliott Administration, yang Memperoleh kursi dewan direksi setelah investasi yang cukup besar pada 2020. Dorsey kemudian memperhatikan Musk sebagai cara tercepat bagi Twitter buat jadi privat juga bisa menghindari tekanan dari tujuan rentang pendek yang diinginkan oleh pemangku kepentingan kapitalis seperti Elliott Administration, sebagaimana dilaporkan CNBC.

Selain itu, pengajuan SEC menemukan bahwa hubungan Musk juga Dorsey berjalan lebih dalam daripada yang nampak di Dunia, secara khusus di Twitter.

Kedua pendiri ini mempunyai beberapa kepentingan bersama lainnya, seperti cryptocurrency, desentralisasi, kebebasan berbicara, juga ekosistem teknologi open-source. namun gak seluruh orang yakni penggemar Dorsey juga gerakannya baru-baru ini. Jason Goldman, eks wakil presiden Produk di Twitter, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa Dorsey menusuk dewan dengan mendorong Musk buat membeli perusahaan. kini period Dorsey di Twitter akhirnya benar-benar sehabis setelah dia authorized hengkang dari kursi dewan. 

Yuk Be part of di Liga Judi buat bermain taruhan online dengan pelayanan eksklusif hanya buat kau! Hanya di liga judi yang merupakan bursa taruhan bola authorized juga terpopuler di nias

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.