CEO Qualcomm yakin Metaverse menjadi masa depan dunia komputerisasi

Christian Amon memperhatikan bahwa teknologi metaverse kelak mempunyai peluang jadi platfrom bagi dunia komputerisasi masa depan.

Ketidakpastian terkait peluang investasi di metaverse menimbulkan skeptisme di pasar. Pertanyaan besarnya apakah metaverse kelak benar-benar jadi platform bagi masa depan dunia komputerisasi. Hal ini nampak dari pengeluaran perusahaan Meta yang mencapai hingga 3 miliar USD dalam pengembangan metaverse mereka yang dikenal dengan Actuality Labs. 

Hingga akhir tahun  2021, Meta dikabarkan telah kehilangan hingga USD10 miliar dalam pengembangan teknologi Actuality Labs hal yang demikian. CEO Meta, Mark Zuckerberg, mencatat bahwa biaya hal yang demikian digunakan bagi meletakkan dasar bagi teknologi ini supaya bisa jadi masa depan dunia komputerisasi. 

Terlepas dari kerugian yang dialami oleh perusahaan Meta, CEO Qualcomm (QCOM), Christian Amon, justru memperhatikan bahwa teknologi metaverse kelak mempunyai peluang di dunia komputerisasi masa depan. Hanya saja, hingga ketika ini metaverse masih belum menemukan investor terbaik bagi mengadopsi teknologi yang satu ini. 

Berdasarkan sebuah wawancara yang dilaksanakan oleh grup laman Yahoo Finance pada acara Yahoo Finance Reside dari Milken Institute World Convention 2022 di Los Angeles, Amon membahas seputar kehadiran perusahaan di industri otomotif, kemitraan, persaingan juga metaverse

Dalam kans hal yang demikian, Amon mengungkapkan bahwa Qualcomm telah berinvestasi pada teknologi basic yang memungkinkan ruang jasmani juga komputerisasi bergabung lebih dari satu dekade. malah karena investasi permulaan hal yang demikian, lebih dari 40 perangkat realitas digital juga augmented didukung oleh Qualcomm. 

berdasarkan Amon, Qualcomm  terus mempertahankan kemitraan baru yang ada serta mengamankan kemitraannya dengan beberapa raksasa industri. taktik hal yang demikian dilaksanakan bagi menyediakan perangkat keras juga perangkat lunak bagi bisnis prolonged actuality (XR) mereka. 

“Salah satu kemitraan terbesar kita ialah dengan Meta,” kata Amon dilansir dari laman finance.yahoo.com (9/5). 

Melalui kemitraan hal yang demikian, Qualcomm bersama dengan Meta sukses dalam memproduksi VR dengan Quest juga Quest 2. Selain itu, dalam acara CES, Qualcomm jua mengumumkan bahwa mereka ketika ini sedang mengembangkan chip khusus bagi augmented actuality bersama dengan Microsoft. 

“Kita mengumumkan kemitraan, misalnya dengan dengan ByteDance bagi VR di TikTok,” ungkap Amon. 

Yuk Be a part of di Liga Judi bagi bermain taruhan online dengan pelayanan eksklusif hanya buat kau! Hanya di liga judi yang merupakan agen bola terbaik authorized juga terpopuler di grobogan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.