Catatan Elon Musk batal akuisisi Twitter

Elon Musk telah mengumumkan pembatalan kesepakatan akuisisi Twitter. Lantas, apa penyebab bos Tesla ini batal membeli platform media sosial itu?

Baru-baru ini  kabar terkait CEO Tesla, Elon Musk, ramai diperbincangkan. Karena berdasarkan kabar terbaru, Musk dikatakan kelak membatalkan akuisisi Twitter. Miliader hal yang demikian secara authorized mencoba mengakhiri tawarannya buat membeli perusahaan media sosial itu dengan harga senilai USD44 miliar. 

Informasi ini disampaikan oleh Musk through kuasa hukumnya dalam sebuah dokumen yang dikirimkan ke Komisi Sekuritas serta Bursa Amerika Serikat (SEC) belum lama ini. through dokumen hal yang demikian, Musk disebut gak menjadi membeli Twitter karena perusahaan media sosial hal yang demikian dianggap telah melanggar sejumlah hukum ketika proses negoisasi berlangsung. 

Melansir dari The Indian Categorical (12/7), bos Tesla ini mengklaim, perusahaan media sosial hal yang demikian gagal memberikan informasi mengenai akun palsu yang terdapat pada platform-nya. Sebelum pasukan hukum Musk benar-benar mengambil langkah buat mengakhiri kesepakatan ini, Musk sendiri diketahui telah menyerang Twitter through cuitannya atas perhitungan bot pada platform hal yang demikian. 

Lebih lanjut, berikut dalih Elon Musk mengajukan pembatalan kesepakatan akuisisi Twitter : 

1. Informasi palsu terkait akun bot serta spam di Twitter

Informasi mengenai akun bot di platform media sosial hal yang demikian jadi penyebab utama dibalik pembatalan akuisisi Twitter oleh Musk. Menurutnya, Twitter telah memberikan informasi palsu terkait jumlah akun bot serta spam yang terdapat di dalam platform miliknya. 

Seperti diketahui, Twitter serta Musk telah berselisih mengenai knowledge akun bot serta spam semenjak bulan Mei lalu. Twitter mengklaim, jumlah akun bot serta spam yang beredar di platform hanya sekitar 5 persen dari keseluruhan pengguna. Namun, Musk meragukan knowledge hal yang demikian serta memprediksi sempurna akun bot serta spam yang beredar di aplikasi media sosial ini sekitar 20 persen dari sempurna pengguna mereka. 

Oleh karena itu, Musk meminta Twitter buat membuktikan klaim mereka. Musk mengancam kelak membatalkan proses akuisisi karena perusahaan gak pula memberikan knowledge layak dengan permintaan hal yang demikian. malahan, hingga bulan Juli 2022 ini, Musk mengatakan, Twitter masih belum bisa memenuhi permintaan hal yang demikian. 

“Selama hampir dua bulan, Musk telah mencari knowledge serta informasi yang Dibutuhkan buat membikin penilaian independen kepada prevalensi akun palsu atau spam di platform Twitter,” ujar pasukan hukum Musk, dikutip dari The Indian Categorical

“Namun, Twitter telah gagal atau menolak buat memberikan informasi ini,” tambah pasukan hukum Musk. 

Selain itu, pasukan hukum Musk mengungkap, Twitter terkadang pula mengabaikan serta menolak permintaan terkait keterbukaan informasi bisnis yang diajukan oleh Musk dengan penyebab gak bisa dibenarkan. Padahal, dalam kontrak kesepakatan akuisisi, Musk masih bisa meninjau serta meminta knowledge serta informasi yang penting bagi bisnis Twitter sebelum menyelesaikan transaksi pembelian hal yang demikian. 

2. Pemecatan karyawan tanpa sepengetahuan Musk 

Catatan selanjutnya yang jadi dalih Musk buat melaksanakan pembatalan akuisisi Twitter yaitu adanya kebijakan pemecatan karyawan Twitter yang gak diketahui Musk. Baru-baru ini, Twitter diketahui telah melaksanakan pemutusan hubungan kerja (PHK) serta penangguhan perekrutan karyawan baru sebanyak 30 persen atau sekitar 100 orang di divisi perekrutan. 

Musk mengatakan, kebijakan pemecatan eksekutif senior serta sepertiga dari pasukan akuisisi talenta di Twitter merupakan salah satu penyebab dia menarik diri dari kesepakatan akuisisi hal yang demikian. Pasalnya, kebijakan ini telah melanggar kewajiban Twitter buat melestarikan bagian materials dari organisasi bisnisnya ketika proses akuisisi ini berlangsung. 

3. Enggak bisa jalan masuk ke pusat knowledge 

Pihak Musk pula mengungkap, Twitter gak memberikan mereka jalan masuk yang cukup ke pusat knowledge buat melaksanakan analisisnya sendiri. Padahal, perusahaan media sosial hal yang demikian diketahui telah memberi Musk jalan masuk ke pusat knowledge mentah mereka. 

through dalih hal yang demikian, Musk menyatakan, pihaknya gak bisa melaksanakan analisa sendiri mengenai bisnis di Twitter meski telah Mendapat jalan masuk ke pusat knowledge mentah perusahaan hal yang demikian.

“Terkadang Twitter menyatakan buat mematuhinya dengan memberikan informasi yang gak komplit atau gak berguna bagi Elon Musk,” ujar salah satu pasukan hukum Musk. 

Sebagai informasi, terkait pembatalan akuisisi hal yang demikian, pihak Twitter mengatakan kelak menuntut Musk serta berupaya buat menyelesaikan proses transaksi pembelian hal yang demikian. Berdasarkan laporan terbaru, dalam kesepakatan diungkap, Musk sepatutnya membayar pinalti senilai USD1 miliar apabila gak melanjutkan perjanjian hal yang demikian. 
 

Yuk Be part of di Liga Judi buat bermain taruhan online dengan pelayanan eksklusif hanya buat kau! Hanya di liga judi yang merupakan bursa taruhan bola authorized serta terpopuler di banyua sin

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.